Consumer Behavior
Dalam bisnis, pasti ada dua
pihak utama yang memiliki posisi penting. Pertama ada produsen dan kedua adalah
konsumen. Setiap pihak memiliki tugasnya masing-masing. Dari pihak produsen,
mereka harus bisa memproduksi barang atau jasa yang dibutuhkan pasar. Sedangkan
untuk pihak konsumen, mereka menjadi pihak yang mau membeli barang atau jasa
tersebut. Namun di dalam sisi konsumen, ada yang namanya consumer behavior.
Consumer behavior adalah aktivitas konsumen yang berhubungan dengan mencari,
memilih, membeli, menggunakan, dan mengevaluasi barang atau jasa yang
digunakan.
Consumer Behavior merupakan topik yang subjektif, jadi tidak ada yang absolut. Satu-satunya yang mutlak adalah kenyataan bahwa konsumen dipengaruhi oleh faktor psikologis,sosial budaya dan lain lain. Selain itu consumer behavior sangat penting bisnis, karena ketika sudah menerapkan prilaku ini kita dapat memahami konsumen, Kita dapat berbicara langsung dengannya dan kebutuhannya. Komunikasi khusus ini tidak hanya meningkatkan kemampuan konsumen untuk memahami nilai produk Anda, tetapi juga meningkatkan penjualan. Konsumen membeli apa yang mereka pahami dan nilai yang mereka lihat. Perilaku konsumen juga memberi Anda wawasan tentang cara membuat strategi pemasaran yang efektif.
I.
FAKTOR-FAKTOR YANG
MEMPENGARUHI PERILAKU KONSUMEN
Menurut Kotler (2001:197-218) menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen yaitu:
1. Budaya
Budaya merupakan karakter yang penting dari suatu sosial yang
membedakannya dari kelompok kultur yang lainnya. Dengan kata lain, kebudayaan
mencakup kesemuanya yang didapatkan atau dipelajari oleh manusia sebagai
anggota masyarakat. Kebudayaan, ini merupakan faktor penentu yang sangat dasar
dari perilaku konsumen.
A.
Sub kebudayaan.
Sub kebudayaan adalah setiap kebudayaan yang mengandung sub
kebudayaan yang lebih kecil, atau sekelompok orang-orang yang mempunyai sistem
nilai yang sama berdasarkan pengalaman dan situasi kehidupan yang sama. Sub
kebudayaan meliputi kewarganegaraan, agama, kelompok ras, dan daerah geografis.
Sub kebudayaan disini dapat diartikan sebagai sistem nilai yang fungsinya
adalah mendorong dan membimbing masyarakatnya menjawab tantangan yang mereka
hadapi sepanjang masa. Sistem nilai tersebut merupakan ciri identitas sebuah
kelompok masyarakat budaya.
B.
Kelas sosial
Kelas sosial adalah bagian-bagian masyarakat yang relatif permanen dan tersusun rapi yang anggota-anggotanya memiliki nilai, kepentingan dan perilaku yang serupa. Ukuran atau kriteria biasanya dipakai untuk menggolong-golongkan anggota-anggota masyarakat ke dalam kelas-kelas tertentu ialah, kekayaan, kekuasaan, kehormatan, dan ilmu pengetahuan.
2.
Faktor Sosial
Perilaku konsumen dipengaruhi oleh beberapa faktor sosial antara lain
Kelompok Acuan
Perilaku konsumen umumnya di pengaruhi oleh individu yang lainnya, individu yang mempengaruhi tersebut dapat dimasukan sebagai kelompok primer yang terdiri atas kelompok terdekat dari individu tersebut misal keluarga, teman dan tetangga. Sedangkan kelompok kedua adalah kelompok sekunder yang mempunyai interaksi yang lebih formal dan memiliki sedikit interaksi. Kelompok sekunder meliputi kelompok keagamaan, serikat buruh dan asosiasi profesional. Menurut Kelompok acuan berfungsi sebagai titik banding/referensi langsung (tatap muka) atau tidak langsung yang membentuk sikap maupun perilaku seseorang. Kelompok acuan mempengaruhi seseorang dalam tiga hal, yaitu menghadapkan seseorang pada perilaku dan gaya hidup baru, perilaku dan konsep pribadi seseorang, dan menciptakan tekanan untuk mematuhi apa yang mungkin mempengaruhi pilihan produk dan merek aktual seseorang.
B.
Keluarga
Menurut Mangkunegara (2002:49), keluarga dapat didefinisikan sebagai suatu unit masyarakat yang terkecil yang perilakunya sangat mempengaruhi dan menentukan dalam pengambilan keputusan membeli. Anggota keluarga sangat mempengaruhi dalam pengambilan keputusan pembelian terhadap individu, keluarga mempunyai peran yang sangat penting, dimana setiap anggota keluarga saling mempengaruhi. Peranan setiap anggota dalam membeli berbeda-beda menurut macam barang tertentu yang dibelinya.Setiap anggota keluarga memiliki selera dan keinginan yang berbeda. Keluarga, ini akan membentuk sebuah referensi yang sangat berpengaruh terhadap perilaku konsumen.Peran suami dan istri dalam penelitian sangat bervariasi sesuai kategori produk / jasa yang dibeli.
C.
Peran dan Status
Dalam kehidupan bermasyarakat, peran dan status selalu mengikuti
perjalanan setiap individu. Peran dan status seorang individu dalam kelompok
tertentu misalnya keluarga sangat mempengaruhi individu tersebut dalam perilaku
pembelian.
Peran dan status, ini akan menentukan posisi seseorang dalam suatu kelompok. Setiap peranan membawa status yang mencerminkan harga diri menurut masyarakat sekitarnya. Disamping itu orang cenderung memilih produk yang mengkomunikasikan peran dalam masyarakat.
3.
Faktor Pribadi
Dalam perilaku pembelian faktor pribadi juga mempengaruhi seorang individu. Faktor tersebut terdiri dari :
A.
Umur dan Tahap Siklus
Hidup
Dalam kehidupan, perjalanan usia tidak dapat dihindarkan. Dengan berjalanan usia maka juga terjadi perubahan pola konsumsi untuk masing-masing usia. Umur dan tahapan dalam siklus hidup, ini akan menentukan selera seseorang terhadap produk/jasa.
B.
Pekerjaan
Pekerjaan juga dapat mempengaruhi seorang individu dalam perilaku konsumsinya, misalnya seorang pekerja kasar maka cenderung akan membeli pakaian untuk pekerjaan kasar, sedangkan pekerja kantoran akan cenderung untuk membeli stelan kemeja atau jas.
C.
Situasi Ekonomi
Dalam perilaku pembelian sedikit banyak juga dipengaruhi oleh situasi ekonomi, dengan berubahnya situasi ekonomi, maka biasanya akan merubah perilaku konsumen dalam melakukan pembelian. Keadaan ekonomi, yaitu terdiri dari pendapatan yang dapat dibelanjakan (tingkatnya, stabilitasnya, dan polanya), tabungan dan hartanya, kemampuan untuk meminjam.
D.
Gaya Hidup
Individu dengan latar belakang gaya hidup yang berbeda, memiliki
kecenderungan dalam berbeda pula dalam perilaku pembeliannya. Gaya hidup dapat
dipengaruhi oleh keluarga,situasi, pekerjaan, hobi dan masih banyak lagi
lainnya. Gaya hidup adalah polakehidupan seseorang seperti yang
diperlihatkannya dalam kegiatan, minat, dan pendapat-pendapatnya.
Gaya hidup ini menggambarkan seseorang secara keseluruhan yang berinteraksi dengan lingkungan, disamping itu juga dapat mencerminkan sesuatu dibalik kelas sosial seseorang, misalnya kepribadian. Riset gaya hidup mengukur perbuatanperbuatan orang dalam hubungannya dengan, yaitu kegiatan, minat.
4.
Faktor Psikologis
Pilihan-pilihan seseorang dalam melakukan pembelian dipengaruhi juga oleh faktor psikologis yaitu :
Motivasi
Motivasi individu merupakan faktor yang terpenting dalam memulai dan mengatur kegiatan-kegiatannya. Kegiatan yang serasi dengan motif-motif seseorang adalah menyenangkan dan mendatangkan kepuasan sedang kegiatan lain dapat saja menjengkelkan atau menimbulkan frustasi. Seorang individu dalam kehidupan bermasyarakat juga memerlukan motivasi untuk menjalani hidupnya, motivasi sendiri juga dapat mempengaruhi seeorang individu dalam melakukan pembelian. Motivasi inipula yang membangun seseorang untuk melakukan perilaku pembelian. Motivasi adalah suatu kebutuhan yang secara cukup dirangsang untuk membuat seseorang mencari keputusan atas kebutuhannya.
Persepsi
Persepsi adalah proses dimana seseorang memilih, mengatur, dan menginterprestasikan informasi untuk membentuk suatu gambaran yang berarti mengenai dunia. Orang yang sudah mempunyai motivasi untuk bertindak akan dipengaruhi persepsinya pada situasi dan kondisi yang sedang dihadapi.
Keyakinan dan Sikap
Kepercayaan/keyakinan ini akan membentuk citra produk dan merek,
serta orang akan bertindak berdasarkan citra tersebut. Sedangkan sikap akan
mengarahkan seseorang untuk berperilaku yang relatif konsisten terhadap
objek-objek yang sama.
Keyakinan (belief)
adalah pemikiran deskriftif seseorang mengenai sesuatu. Sedangkan sikap
(attitude) adalah evaluasi, perasaan, dan kecenderungan seseorang terhadap
suatu obyek atau gagasan. Seorang pemasar biasanya memperhatikan keyakinan
konsumennya akan produknya, seringkali seorang pemasar harus merubah iklannya
untuk membentuk keyakinan seorang individu dalam pemilihan suatu produk. Dalam
hubungannya dengan perilaku konsumen, keyakinan dan sikap sangat berpengaruh
dalam menentukan suatu produk, merek, dan pelayanan. Keyakinan dan sikap
konsumen terhadap suatu produkatau merek dapat diubah melalui komunikasi yang
persuasif dan pemberian informasi yang efektif kepada konsumen. Dengan demikian
konsumen dapat membeli produk atau merek baru, atau produk yang ada pada toko
itu sendiri.
Refrensi:
E-Book Consumer Behavior For Dummies (Laura. A. Lake
https://toffeedev.com/penjelasan-dan-faktor-penting-dalam-consumer-behavior/
http://anapriyangga.blogspot.com/2011/01/tingkah-laku-membeli-consumer-behavior.html
Tidak ada komentar:
Komentar baru tidak diizinkan.