Pengertian Konsumen adalah orang yang
mengidentifikasi kebutuhan atau keinginan, untuk melakukan pembelian, dan
kemudian membuang produk selama tiga tahap proses konsumsi (Solomon, 2018). Kali
ini saya akan membahas tentang beberapa prilaku konsumen berdasarkan pendekatan
ekonomi,behavior, kognitif, psikodinamika dan humanistik.
Prilaku konsumen berdasarkan pendekaran Psikodinamika
Freud dalam freudin system mengemukakan bahwa sebagian besar
kepribadian orang dewasa berasal dari konflik mendasar antara keinginan
seseorang untuk memuaskan kebutuhan fisiknya dan kebutuhan untuk berfungsi
sebagai anggota masyarakat yang bertanggung jawab (Solomon, 2018). Kepribadian
tersebut berkembang sebagai reaksi terhadap cara seseorang menghadapi konflik
masa kanak-kanak yang dipengaruhi oleh tiga komponen kepribadian,yaitu : id,
ego, dan superego (Rath, Bay, Pettrizi, Gill, 2015).
1. Id adalah tentang kepuasan langsung; Id Ini beroperasi sesuai dengan prinsip kesenangan; Artinya, keinginan dasar kita untuk memaksimalkan kesenangan dan menghindari rasa sakit memandu perilaku kita. Id itu egois dan tidak logis. Ini mengarahkan energi psikis seseorang ke arah tindakan yang menyenangkan tanpa memperhatikan konsekuensinya.
2. Ego mencoba menyeimbangkan kekuatan-kekuatan yang berlawanan ini sesuai dengan prinsip realitas, yang berarti ia menemukan cara untuk memuaskan id yang akan diterima oleh dunia luar. (Petunjuk: Di sinilah teori Freudian berlaku untuk pemasaran.) Konflik ini terjadi pada tingkat bawah sadar, sehingga orang tersebut belum tentu menyadari alasan yang mendasari perilakunya.
3. Superego adalah penyeimbang
id. Sistem ini pada dasarnya adalah hati nurani orang tersebut. Ini
menginternalisasi aturan masyarakat (terutama seperti yang diajarkan orang tua
kepada kita) dan mencoba mencegah id dari mencari kepuasan egois. Akhirnya, ego
adalah sistem yang menengahi antara id dan superego. Ini pada dasarnya adalah
wasit dalam pertarungan antara godaan dan kebajikan.
Pendekatan behavior
Konsep pendekatan Behavior terjadi karena ada
pembelajaran terjadi setelah terpapar rangsangan eksternal; dua jenis utama
dari pendekatan Behaviour adalah pengkondisian klasik dan pengkondisian
instrumental (Rath, Bay, Pettrizi, Gill,
2015). Selain itu Solomon, 2018 dalam buku Consumer
Behavior: Buying, Having, and Being, Global Edition berpendapat bahwa teori
pembelajaran perilaku mengasumsikan bahwa pembelajaran terjadi sebagai hasil
tanggapan terhadap peristiwa eksternal
Menurut
rath dan salomon terdapat dua jenis utama dalam pendekatan ini yaitu :
A. Classical Conditioning
Pengondisian klasik terjadi ketika stimulus yang memunculkan respons dipasangkan dengan stimulus lain yang awalnya tidak menghasilkan respons sendiri. Seiring berjalannya waktu, stimulus kedua ini menimbulkan respons yang serupa karena kita mengaitkannya dengan stimulus pertama.
B. Operant Conditioning.
Ketika individu memiliki pilihan dan mulai lebih menyukai pilihan yang menghasilkan hadiah daripada yang disertai dengan hukuman (Rath, dkk. 2015). Selain itu Rath,dkk (2015) juga menyatakan perilaku individu akan diperkuat/diulangi ketika mendapatkan “reward” dan akan dikurangi/dihilangkan ketika mendapatkan “punishment”.
Pendekatan Kognitif
Pendekatan kognitif adalah proses pemecahan masalah di mana, sebagai konsumen, kita secara aktif mencari informasi untuk membuat keputusan yang tepat. Pemecahan masalah kognitif dapat dilakukan secara aktif (seperti ketika seseorang mencoba beberapa warna cat baru di dinding kamar tidurnya sampai dia menemukan yang paling dia sukai), atau dapat terjadi melalui observasi (seperti ketika dia melihat melalui majalah dekorasi rumah dan memilih yang paling perawatan jendela yang sesuai untuk kamarnya) (Rath, dkk. 2015). Solomon (2018) berpendapat bahwa proses pendekatan ini terdapat 5 aspek, yaitu :
A. Perhatian (attention): Aspek pertama dari pembelajaran kognitif adalah bahwa pemasar perlu memastikan bahwa mereka menarik perhatian konsumen.
B. Pemahaman (comprehension):
Informasi baru dimasukkan ke dalam STM (Short Term Memory) yang
dianalisis dengan cepat dan konsumen akan menentukan apakah itu menarik minat
mereka atau tidak.
C. Pembelajaran (learning): Berlangsung setelah informasi dielaborasi dan diintegrasikan dengan simpanan pengetahuan individu yang ada. Sehingga, hal ini menentukan apakah konsumen memikirkan hal yang diingini dan mengingatnya yang kemudian tersimpan di long term memory.
D. Penarikan kembali dan rekonstruksi (recall and reconstruction): Karena kenyataan bahwa konsumen dihadapkan pada begitu banyak rangsangan terkait konsumen, seringkali sulit bagi mereka untuk mengingat informasi persis yang disajikan kepada mereka.
E. Umpan balik (feedback): Konsumen akan menerima umpan balik pada berbagai tahapan proses pembelajaran dan ini merupakan penentu penting apakah mereka akan menguraikan pesan tersebut atau tidak, mengintegrasikannya ke dalam informasi yang sudah ada yang disimpan dalam memori, apakah mereka akan menerima informasi dalam sikap positif, dan lain sebagainya.
Pendekatan
Humanistik
Maslow berpendapat
bahwa kebutuhan dasar atau primer manusia diantaranya: makanan, sandang, papan,
tempat tidur, dan lain sebagainya. Setelah kebutuhan fisiologis ini terpenuhi,
kebutuhan lain dapat dipenuhi, seperti kebutuhan untuk merasa aman dan
terjamin, kebutuhan untuk merasa terhubung dan dihargai oleh orang lain,
kebutuhan akan pujian dan penghargaan, dan sebagainya (Rath, Bay, Gill, &
Petrizzi,2015). Maslow (dalam Jansson-Boyd,
2010) mengusulkan bahwa terdapat lima tingkat kebutuhan atau hirarki berbeda
yang harus dikuasai individu sebelum seorang individu dapat maju ke tingkat
berikutnya, yaitu:
- Kebutuhan
fisiologis
Dalam hierarki piramida Maslow, kebutuhan fisiologis
ditempatkan pada posisi paling bawah. Hal ini menunjukkan bahwa kebutuhan
fisiologis merupakan kebutuhan pada tingkatan terendah. Artinya, kebutuhan ini
harus dipenuhi dan terpuaskan terlebih dahulu sebelum memenuhi kebutuhan
lainnya. Sebagai kebutuhan paling dasar, kebutuhan fisiologis berkaitan dengan
kebutuhan fisik seperti makan dan minum.
- Kebutuhan
akan rasa aman dan nyaman
Pada hierarki piramida Maslow satu tingkat lebih tinggi
dari kebutuhan fisiologis adalah kebutuhan akan rasa aman dan nyaman. Contoh
nya seperi kebutuhan konsumen untuk membeli rumah,apartemen atau menyewa hotel
saat di luar kota.
- Kebutuhan
akan kasih sayang
Kebutuhan akan kasih sayang menempati posisi ketiga dalam
hierarki piramida Maslow. Artinya, kebutuhan ini akan muncul setelah kebutuhan
akan rasa aman dan nyaman terpenuhi.
- Kebutuhan
akan penghargaan
Saat kebutuhan akan kasih sayang terpenuhi, maka
kebutuhan akan beranjak pada tingkatan yang lebih tinggi, yaitu kebutuhan untuk
dihargai. Kebutuhan ini berkaitan dengan ego setiap individu yang berkeinginan
untuk mencapai prestasi dan gengsi.
- Kebutuhan
akan aktualisasi diri
Kebutuhan akan aktualisasi diri dalam hierarki piramida
Maslow menempati posisi paling tinggi atau teratas. Artinya, kebutuhan ini
merupakan puncak dari piramida kebutuhan Maslow.
Pendekatan Ekonomi
Dalam
teori ekonomi mikro menganggap bahwa setiap konsumen akan selalu berupaya untuk
memperoleh kepuasan yang maksimal. Dimana konsumen akan terus melakukan
pembelian terhadap suatu produk yang bisa memberikannya tingkat kepuasan
maksimum. Kepuasan disini diartikan sebagai kepuasan yang setara atau melebihi
marginal utility yang diturunkan dari pengeluaran atau konsumsi yang sama atas
beberapa produk yang lainnya.
Kesimpulan
Prilaku konsumen berdasarkan pendekaran
Psikodinamika. Freud dalam freudin system
mengemukakan bahwa sebagian besar kepribadian orang dewasa berasal dari konflik
mendasar antara keinginan seseorang untuk memuaskan kebutuhan fisiknya dan
kebutuhan untuk berfungsi sebagai anggota masyarakat yang bertanggung jawab.
Selain itu,Menurut rath dan salomon terdapat dua jenis utama dalam pendekatan
ini yaitu :Pengondisian klasik terjadi ketika stimulus yang memunculkan respons
dipasangkan dengan stimulus lain yang awalnya tidak menghasilkan respons
sendiri.
Pendekatan kognitif adalah proses pemecahan masalah di
mana, sebagai konsumen, kita secara aktif mencari informasi untuk membuat
keputusan yang tepat. Pemecahan masalah kognitif dapat dilakukan secara aktif ,
atau dapat terjadi melalui observasi. Lalu pada Pendekatan Humanistik Maslow
berpendapat bahwa kebutuhan dasar atau primer manusia diantaranya: makanan,
sandang, papan, tempat tidur, dan lain sebagainya. Terakhir Pendekatan Ekonomi Dalam teori ekonomi mikro menganggap bahwa setiap konsumen akan selalu
berupaya untuk memperoleh kepuasan yang maksimal.
Refrensi
Jansson-Boyd, C. V.
(2010). Consumer psychology. McGraw-Hill Education.
Lake, A. L. (2009). Consumer
behavior for dummies. Wiley Publishing.
Ng, S., & Lee, A. Y. (2015). Handbook of culture
and consumer behavior. Oxford University Press.
Rath, P. M., Bay, S., Gill, P., & Petrizzi, R.
(2015). The why of the buy: Consumer behavior and fashion marketing (2nd ed.).
Bloomsbury Publishing.
Solomon, M. R. (2018). Consumer
behavior: Buying, having, and being (12th ed.). Pearson.
Wanke, M. (2009). Social psychology of consumer behavior. Psychology Press.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar