Selasa, 03 November 2020

METODOLOGI RISET DI PERILAKU KONSUMEN

METODOLOGI RISET DI PERILAKU KONSUMEN

Pada kali ini kita akan membahas tetang Metodologi Riset di Prilaku Konsumen. Kita akan membahas mengenai apa si metodologi riset di prilaku konsumen, lalu hal hal apa saja yang ada di dalam materi kali ini, tentu saja kegunaan nya akan kita bahas juga pada kesempatan kali ini. Langsung saja kita mulai!!

Lake 2009 pada buku nya yg berjudul Consumer behavior for dummies berpendapat bahwa peneliti harus memahami riset yang telah diklasifikasikan menjadi kategori. Pengelompokan tersebut bertujuan untuk mempermudah memilih metode apa yang paling efektif untuk suatu penelitian tersebut. Lake 2009 mengklasifikasikan fokus riset/penelitian pasar dalam satu kategori, yaitu :

Ø  Riset eksplorasi

Ini adalah klasifikasi riset yang digunakan jika masalah belum teridentifikasi dengan jelas. Ini membantu menentukan desain penelitian terbaik, metode pengumpulan data, dan pemilihan responden. Klasifikasi penelitian eksplorasi seringkali bergantung pada penelitian sekunder (penelitian dari sumber luar, termasuk laporan penelitian yang sudah jadi, surat kabar, majalah, isi jurnal, dan statistik organisasi pemerintah dan nonpemerintah.)

Ø  Penelitian deskriptif

Penelitian ini juga dikenal sebagai penelitian statistik. Penelitian ini digunakan untuk mendeskripsikan data dan karakteristik populasi yang kita pelajari. Ini sering dilakukan untuk mengidentifikasi masalah atau untuk mempelajari frekuensi, rata-rata, dan penghitungan statistik lainnya. Anda sering menggunakan penelitian deskriptif untuk menguji hipotesis dan menjawab pertanyaan tentang status responden saat ini yang terlibat dalam penelitian

Anda dapat menggunakan dua tipe dasar penelitian deskriptif:

§  Studi longitudinal

Studi ini membuat pengukuran berulang dari subjek yang sama. Mereka memungkinkan Anda untuk mengukur dan memantau perilaku seperti peralihan merek. Pelajaran longitudinal agak sulit dilakukan, karena menuntut subjek Anda membuat komitmen waktu. Komitmen ini seringkali menghalangi partisipasi.

§  Studi cross-sectional

Studi ini berfokus pada pengambilan sampel populasi untuk melakukan pengukuran pada titik waktu tertentu. Jenis khusus studi cross-sectional disebut analisis kohort; analisis ini melacak kumpulan individu yang mengalami hal yang sama

 

Ø  Penelitian kausal

Klasifikasi ini mengeksplorasi pengaruh satu hal pada hal lain secara lebih spesifik pengaruh satu variabel pada variabel lain. Anda dapat menggunakan kelas penelitian ini untuk mengukur dampak perubahan spesifik terhadap norma yang ada. Ini memungkinkan Anda untuk memprediksi skenario hipotetis, dan dirancang untuk mengidentifikasi hubungan sebab-akibat.

 

Lalu terdapat Penelitian Kuantitatif.

            Penelitian kuantitatif dilakukan dengan dua cara utama: melalui survei dan observasi. Survei adalah alat yang fleksibel untuk penelitian kuantitatif karena dapat diberikan kepada responden dalam bentuk tertulis melalui surat, email, di perangkat seluler, atau melalui situs web; mereka juga dapat diatur oleh pewawancara secara langsung (misalnya, di toko atau mal, atau melalui telepon). Rath, Bay, Gill,  & Petrizzi (2014) berpendapat terdapat dua bentuk dalam penelitian kualitatif, yaitu:

1.      Kelompok fokus adalah pertemuan di mana sekelompok kecil yang terdiri dari 8 hingga 12 konsumen, dipimpin oleh seorang moderator, berdiskusi dan menawarkan pendapat tentang produk, layanan, atau topik terkait pemasaran lainnya. Moderator memiliki agenda khusus dan memandu diskusi untuk mencapai tujuan studi, tetapi peserta juga didorong untuk merespons

2.      Wawancara mendalam mirip dengan kelompok fokus tetapi hanya melibatkan satu peserta yang menawarkan pemikiran dan pendapat kepada peneliti. Wawancara, yang biasanya berlangsung antara setengah jam dan satu jam, juga umumnya dilakukan di ruangan dengan cermin satu arah dan peralatan perekam. Tetapi karena hanya ada satu responden, pewawancara dapat menggali lebih dalam perasaan orang tersebut, atau menyajikan beberapa produk atau konsep yang dapat dibandingkan dengan tanggapan subjek.

 

Kesimpulan

Dalam penellitian tentang prilaku konsumen kita dapat memakai berbagai jenis penelitian seperti yang Lake (2009) katakan bahwa terdapat beberapa penelitian seperti riset eksplorasi, penelitian deskriptif dimana dalam penelitian deskriptif terdapat dua tipe dasar yaitu Studi longitudinal dan Studi cross-sectional, yang terakhir adalah penelitian kasual. Lalu dalam penelitian kuantitatif memiliki dua bentuk dalam penelitian kualitatif, yaitu: Kelompok fokus dan wawancara mendalam.

 

Refrensi

Lake, A. L. (2009). Consumer behavior for dummies. Wiley Publishing.

Rath, P. M., Bay, S., Gill, P., & Petrizzi, R. (2015). The why of the buy: Consumer behavior and fashion marketing (2nd ed.). Bloomsbury Publishing.

Solomon, M. R. (2018). Consumer behavior: Buying, having, and being (12th ed.). Pearson.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar