METODOLOGI
RISET DI PERILAKU KONSUMEN
Pada kali ini kita akan membahas tetang Metodologi Riset di Prilaku
Konsumen. Kita akan membahas mengenai apa si metodologi riset di prilaku
konsumen, lalu hal hal apa saja yang ada di dalam materi kali ini, tentu saja
kegunaan nya akan kita bahas juga pada kesempatan kali ini. Langsung saja kita
mulai!!
Lake 2009 pada buku nya yg berjudul Consumer behavior for dummies
berpendapat bahwa peneliti harus memahami riset yang telah diklasifikasikan
menjadi kategori. Pengelompokan tersebut bertujuan untuk mempermudah memilih
metode apa yang paling efektif untuk suatu penelitian tersebut. Lake 2009
mengklasifikasikan fokus riset/penelitian pasar dalam satu kategori, yaitu :
Ø
Riset eksplorasi
Ini
adalah klasifikasi riset yang digunakan jika masalah belum teridentifikasi
dengan jelas. Ini membantu menentukan desain penelitian terbaik, metode
pengumpulan data, dan pemilihan responden. Klasifikasi penelitian eksplorasi
seringkali bergantung pada penelitian sekunder (penelitian dari sumber luar,
termasuk laporan penelitian yang sudah jadi, surat kabar, majalah, isi jurnal,
dan statistik organisasi pemerintah dan nonpemerintah.)
Ø
Penelitian deskriptif
Penelitian ini juga
dikenal sebagai penelitian statistik. Penelitian ini digunakan untuk
mendeskripsikan data dan karakteristik populasi yang kita pelajari. Ini sering
dilakukan untuk mengidentifikasi masalah atau untuk mempelajari frekuensi,
rata-rata, dan penghitungan statistik lainnya. Anda sering menggunakan
penelitian deskriptif untuk menguji hipotesis dan menjawab pertanyaan tentang
status responden saat ini yang terlibat dalam penelitian
Anda dapat menggunakan dua tipe
dasar penelitian deskriptif:
§ Studi longitudinal
Studi ini membuat pengukuran
berulang dari subjek yang sama. Mereka memungkinkan Anda untuk mengukur dan
memantau perilaku seperti peralihan merek. Pelajaran longitudinal agak sulit
dilakukan, karena menuntut subjek Anda membuat komitmen waktu. Komitmen ini
seringkali menghalangi partisipasi.
§ Studi cross-sectional
Studi ini berfokus pada pengambilan sampel populasi
untuk melakukan pengukuran pada titik waktu tertentu. Jenis khusus studi
cross-sectional disebut analisis kohort; analisis ini melacak kumpulan individu
yang mengalami hal yang sama
Ø
Penelitian kausal
Klasifikasi ini
mengeksplorasi pengaruh satu hal pada hal lain secara lebih spesifik pengaruh
satu variabel pada variabel lain. Anda dapat menggunakan kelas penelitian ini
untuk mengukur dampak perubahan spesifik terhadap norma yang ada. Ini
memungkinkan Anda untuk memprediksi skenario hipotetis, dan dirancang untuk
mengidentifikasi hubungan sebab-akibat.
Lalu terdapat Penelitian Kuantitatif.
Penelitian
kuantitatif dilakukan dengan dua cara utama: melalui survei dan observasi.
Survei adalah alat yang fleksibel untuk penelitian kuantitatif karena dapat
diberikan kepada responden dalam bentuk tertulis melalui surat, email, di
perangkat seluler, atau melalui situs web; mereka juga dapat diatur oleh
pewawancara secara langsung (misalnya, di toko atau mal, atau melalui telepon).
Rath, Bay, Gill, & Petrizzi
(2014) berpendapat terdapat dua bentuk dalam
penelitian kualitatif, yaitu:
1.
Kelompok fokus adalah pertemuan di mana sekelompok
kecil yang terdiri dari 8 hingga 12 konsumen, dipimpin oleh seorang moderator,
berdiskusi dan menawarkan pendapat tentang produk, layanan, atau topik terkait
pemasaran lainnya. Moderator memiliki agenda khusus dan memandu diskusi untuk
mencapai tujuan studi, tetapi peserta juga didorong untuk merespons
2.
Wawancara mendalam mirip dengan kelompok fokus
tetapi hanya melibatkan satu peserta yang menawarkan pemikiran dan pendapat
kepada peneliti. Wawancara, yang biasanya berlangsung antara setengah jam dan
satu jam, juga umumnya dilakukan di ruangan dengan cermin satu arah dan
peralatan perekam. Tetapi karena hanya ada satu responden, pewawancara dapat
menggali lebih dalam perasaan orang tersebut, atau menyajikan beberapa produk
atau konsep yang dapat dibandingkan dengan tanggapan subjek.
Kesimpulan
Dalam penellitian
tentang prilaku konsumen kita dapat memakai berbagai jenis penelitian seperti
yang Lake (2009) katakan bahwa terdapat beberapa penelitian seperti riset
eksplorasi, penelitian deskriptif dimana dalam penelitian deskriptif terdapat
dua tipe dasar yaitu Studi longitudinal dan Studi cross-sectional, yang
terakhir adalah penelitian kasual. Lalu dalam penelitian kuantitatif memiliki dua bentuk dalam penelitian
kualitatif, yaitu: Kelompok fokus dan wawancara
mendalam.
Refrensi
Lake, A. L. (2009). Consumer
behavior for dummies. Wiley Publishing.
Rath, P. M., Bay, S., Gill, P., & Petrizzi, R.
(2015). The why of the buy: Consumer behavior and fashion marketing (2nd ed.).
Bloomsbury Publishing.
Solomon, M. R. (2018). Consumer
behavior: Buying, having, and being (12th ed.). Pearson.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar